Yang Sempurna yang Terpilih

August 16th, 2006 by rustam-zgi

Oleh Bayu Gawtama
27 Jul 06 07:37 WIB

Masih ingat zaman dulu ketika duduk di bangku Taman Kanak-Kanak? Setiap menjelang pulang para guru berdiri di depan dengan kalimat yang khas, “Siapa yang duduknya paling rapih pulang duluan,” seketika seluruh kelas hening tak bersuara, duduk dengan sikap paling sempurna, mulut tertutup rapat dengan tangan kanan dan kiri saling menindih di atas meja. Berdebar-debar menunggu siapa yang dinilai paling sempurna sikapnya dan disebutkan namanya untuk dibolehkan keluar kelas paling pertama. Ketika nama saya tak disebut, melainkan nama yang lain, saya mencoba lebih menyempurnakan sikap. Mungkin saja posisi tubuh saya belum tegap, atau tangannya tidak terlipat sempurna.

Tak hanya saya, teman lain yang tak dipanggil hingga panggilan kesekian pun semakin gelisah sambil terus memperhatikan letak duduk, posisi tubuh, hingga mata yang ditahan-tahan tak berkedip untuk menunjukkan sikap sempurna. Barulah senyum mengembang ketika nama disebut sambil melirik ke arah bangku kelas, karena ternyata masih ada beberapa teman tertinggal di belakang. Bangga sedikit boleh, tapi belum puas karena tidak menjadi yang paling sempurna.

Keesokan harinya, ketika masuk kelas sudah berpikir untuk bersiap-siap jika menjelang pulang nanti harus bersikap jauh lebih baik, jauh lebih sempurna dari kemarin. Alhasil, meski tidak juga menjadi yang pertama, tetapi lebih baik dari kemarin. Terus hingga hari berikutnya pun sikap sempurnanya diperbaiki lagi hingga pada suatu hari mendapat kesempatan untuk keluar kelas urutan pertama. Bangga, pasti. Senang, jelas. Karena dari hari ke hari berupaya untuk menjadi yang paling sempurna tercapai di hari itu.

Di lain masa dan di lain tempat, hukum kesempurnaan itu terus berlaku. Teringat saat mengaji di kampung, Pak Ustadz akan mengizinkan para santri pulang ke rumah setelah menghapal salah satu surah pendek yang sudah ditentukan satu hari sebelumnya. Siapa yang sudah hapal dipersilahkan maju untuk diuji. Lancar dan bagus bacaannya, boleh pulang. Jika terbata-bata, silahkan duduk dan pelajari lagi sambil menunggu giliran berikutnya. Bagi yang tidak hapal, harap pasrah pulang paling akhir plus dengan sedikit ‘omelan’ Pak Ustadz.

Setiap kali seorang santri tengah diuji hapalannya, santri yang lain komat-kamit menghapal, sementara lainnya memperhatikan bacaan santri yang sedang diuji sambil berdebar-debar menunggu giliran. Santri yang sudah teruji, tak jarang menjadi contoh dan dipuji Pak Ustadz. Bangga, tentu saja lantaran hari itu ia menjadi yang pertama mampu melewati ujian. Seorang teman satu pengajian pernah mengisahkan kegembiraannya setelah terpilih mewakili pengajian kami untuk lomba hifdzil quran (hafalan quran). Meski pun tidak menang dalam perlombaan itu, terpilh untuk mewakili pengajian kami pun sudah prestasi luar biasa baginya.

Hukum kesempurnaan ini akan berlaku kapan pun dan di mana pun. Kesempurnaan dimaksud adalah bukan titik puncak dari apa yang bisa dilakukan seseorang. Melainkan sebuah upaya maksimal yang mampu diusahakan, ianya diperoleh melalui proses panjang yang melelahkan. Kesempurnaan bisa dicapai dengan akal pikiran, kerja keras yang tak kenal menyerah. Seorang siswa terpilih menjadi siswa teladan bukan hanya karena nilainya tertinggi, melainkan juga dinilai dari aspek lainnya seperti sikapnya terhadap guru dan teman, kepemimpinannya di kelas, kedisiplinan, kerapihan, kebersihan, dan kecakapan lainnya yang di atas rata-rata teman satu sekolahnya.

Seorang karyawan di sebuah perusahaan akan mendapat promosi bukan saja karena hasil kerjanya yang memuaskan selama satu tahun. Para atasannya juga melihat kedisplinan serta hubungan baiknya dengan sesama karyawan sehingga mampu menciptakan semangat kerja sama yang bagus. Sama halnya dengan orang tua yang tak segan-segan memberi hadiah kepada anaknya yang rajin, cerdas dan taat menjalankan perintahnya.

Karenanya, berusahalah terus untuk menjadi lebih baik dan lebih sempurna. Kalau kita bisa menapak anak tangga ke seratus, kenapa harus berhenti di anak tangga ke tujuh puluh? Kalau sanggup mendaki Mount Everest, kenapa hanya bukit kecil? Kalau sanggup menyelesaikan dua-tiga pekerjaan dalam sehari, kenapa hanya satu? Kalau sanggup mendapat nilai A dalam ujian, kenapa hanya berusaha mendapatkan B?

Allah itu sempurna, maka dekatilah Dia dengan cara yang sempurna. Sebagai hamba kita harus beribadah dan bekerja secara sempurna. Perbaikilah semua yang masih bisa diperbaiki, sempurnakan segala yang seharusnya bisa lebih sempurna. Bukankah orang-orang yang akan menghuni surga Allah adalah orang-orang terpilih? Jadilah sempurna, agar kita menjadi orang-orang terpilih. Insya Allah (bayu gawtama)

Era Muslim Dot Com

Global Trading, Chating Benefit !

August 16th, 2006 by rustam-zgi

Hari ini penulis membaca sebuah iklan baris di sebuah koran Nasional. Dituliskan ada sebuah perusahaan di Seattle-USA, bisa bantu “sourcing” barang-barang buatan USA ke Ind dan sebaliknya, memasarkan barang Ind ke USA. Kontak cukup via email (kalau ga pede pakai bahasa Inggris, email bs juga ditulis dalam bahasa Ind katanya). Inilah yang disebut Global trading! Perdagangan bebas seluruh dunia, tanpa batasan sekat dan restriksi geografis. Bila volume transaksi cukup besar, mungkin akan terkategori paradigma Export-Import. Kalau 1-2 biji item barang? Bisa jadi cukup pakai jasa kurir internasional, semacam DHL, TNT, dll. Sudah kebayang belum peluang bisnis seperti ini?

Sementara saat ini bukan hal aneh lagi, kalau banyak warga Ind yang sudah bertebaran di berbagai negara di luar negeri, tidak hanya didominasi dari kalangan masyarakat berkantung tebal. Entah karena tugas kerja, tugas studi, atau bekerja mencari dollar, dsb. Kalau sering chating di internet, kita tidak akan kaget bila ketemu dengan si Budi di Belanda jadi pelayan bar, atau Mbak Tari kerja di salon di Hongkong, mas Arief lagi S3 di Jerman, dan mas/mbak, pak/bu lain-lainnya. Barangkali dari situ ada yang ternyata salah satu kerabat kita, atau akhirnya jadi teman akrab kita atau kenalan jauh yang terpercaya, dsb.

Sekarang coba iseng2 tanyakan kepada mereka harga sebuah laptop (komputer jinjing) seri X di Jepang harganya berapa? Lalu di Ind kita cari tahu hrg pasarannya untuk barang yang sama? Bila ditambah ongkos kirim jadi berapa? Masih ada selisih untuk dapat untung gak? Kalau YA, mau coba pesen terus dijual? :) Biar ga beresiko, sebaiknya cari dulu calon buyer dari Ind nya. Teman sendiri mungkin, atau tetangga, teman arisan ibu, teman sekantor, dll.

Nah bagaimana kalau harga Camera digital seri Y di Korea, handphone seri W di Malaysia, harddisk notebook 250GB merek XYZ di Singapore, baju eskimo, atau jaket F1 di Polandia, atau helmnya Max Biaggi di Italia, atau sepotong berlian di Afrika Selatan (wow), etc etc ? Siapa tahu ternyata ada yang cocok untuk jadi lahan bisnis usaha kita. :)
Its not impossible! Soal modal? Relatif sih, tergantung item barang yang mau kita pesan. Cuman memang usaha ini rada butuh serius, maksudnya harus benar-benar dipertimbangkan segala aspeknya; misal keamanahan dari sisi pihak yang di LN, resiko, packing barang, kepastian calon buyer, dsb.

Just giving an idea, di tengah cuaca siang terik macam begini :)
posted by WiraUsaha at 10:27 PM
http://wirausahakita.blogspot.com/

Kalau Palestina Menang, Apakah Kiamat Sudah sangat Dekat?<a href=”http://rustam_zgi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/ghorqod2.jpg” onclick=”window.open(this.href, ‘_blank’, ‘width=341,height=331,scrollbars=no,

August 2nd, 2006 by rustam-zgi

Assalamu;alaikum Wr. Wb.

Ustadz, yang dimulyakan Alloh, Amiin.
Saya mohon jawaban dari beberapa pertanyaan saya berikut, dan akan lebih memantapkan lagi jika didasarkan dengan Al-Qur`an ataupun Hadits Rasullullah:

1. Saya pernah mendengar, beberapa orang mengatakan, “Jika Palestina menang dari la’natullah alaihi Israel dan Israel hengkang dari bumi Palestina, maka tidak lama lagi akan terjadi Kiamat.” Walaupun sekarang sudah disebut zaman akhir dan dekat dengan kiamat, saya tidak tahu ungkapan seperti di atas didasarkan pada dalil apa? Untuk itu saya mohon diterangkan masalah ini.
2. Sekarang fitnah sudah merajalela, dari mulai fitnah Islam teroris, hingga serangan Israel ke saudara Muslim kita. La’natullah alaih Israel dan Amerika dengan angkuh dan arogannya menghancurkan Islam. Siapa saja menghalangi mereka akan dikucilkan, diboikot, diserang bahkan dihancurkan. Apakah mereka itu Dajjal yang sesungguhnya? Sehingga Dajjal yang sering kita dengar merupakan perumpamaan saja? Ataukah mereka itu hanya mempunyai sebagian sifat dajjal, dan suatu saat akan muncul makhluk asli yang bernama Dajjal? Dan seberapa dahsyat makhluk Dajjal yang sesungguhnya?

Sebelumnya, terima Kasih, ustadz, atas jawabannya beserta dalil-dalinya.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Muchammad Charridh Almukminin
charridh at eramuslim.com
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadits yang anda maksud di antaranya adalah hadits berikut ini:

عن أبي هريرة أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال, “لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا اليهود، حتى يقول الحجر وراءه اليهودي: يا مسلم هذا يهودي ورائي فاقتله” (ذكره في: صحيح الجامع الصغير برقم -7414

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Nabi SAW bersabda, “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian (muslimin) memerangi Yahudi, kemudian batu berkata di belakang Yahudi, “Wahai muslim, inilah Yahudi di belakangku, bunuhlah!” (HR Bukhari dan Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir no. 7414)

لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود، فيقتلهم المسلمون حتى يختبئ اليهودي من وراء الحجر والشجر، فيقول الحجر أو الشجر: يا مسلم، يا عبد الله، هذا يهودي خلفي، فتعال فاقتله.. إلا الغرقد، فإنه من شجر اليهود” (ذكره في: صحيح الجامع الصغير أيضًا -7427)

Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427)

Hadits-hadits di atas dari segi kekuatan sanadnya termasuk hadits shahih tanpa perbedaan pendapat. Dan termasuk dari tanda-tanda kenabian Rasulullah SAW yang terkait dengan mukjizat kabar yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Namun ada yang hal yang kurang kita sadari selama ini. Yaitu bahwa hadits ini baru terasa relevan di zaman sekarang ini saja. Sepanjang 14 abad lamanya, tiap ada orang yang baca hadits ini di zamanya, akan sedikit berkerut kening. Mengapa?

Sebab di masa mereka hidup, sejarah Yahudi tidak seperti sekarang. Mereka belum lagi menjadi sosok negara super power yang ampuh. Keangkuran Yahudi dengan negara Israelnya belum pernah ada sepanjang 14 abad itu. Keberadaannya baru muncul di abad 20 ini atau abad 14 hijriyah.

Orang Yahudi sepanjang sejarah Islam, justru selalu berada di bawah perlindungan negeri-negeri Islam. Komunitas Yahudi selalu dimusuhi oleh semua bangsa dan negara sepanjang sejarah. Kemunitas Yahudi pun pernah dibantai oleh Nazi Jerman di masa Hitler. Nyaris tidak ada tempat buat Yahudi kecuali di dalam negeri Islam. Mereka aman bila tinggal di wilayah khilafah Islam, karena hukum Islam melarang memerangi ahlu zimmah (kafir zimmi).

Salah satu penguasa yang anti Yahudi adalah Spanyol Kristen. Ketika Spanyol dikuasai rejim Katolik, bukan hanya umat Islam yang diusir, tetapi termasuk juga kalangan Yahudi. Tidak ada satu pun tanah di dunia ini yang mau menampung bangsa ini, kecuali penguasa muslim Turki Utsmani.

Maka selama 14 abad itu, hadits ini cukup mengherankan umat Islam. Bagaimana mungkin umat Islam yang selama ini melindungi bangsa Yahudi serta mengharamkan darah mereka, lantaran mereka termasuk ahlu zimmah, tiba-tiba akan memerangi Yahudi sampai mati. Bahkan batu dan pohon akan memerintahkan umat Islam untuk membunuh mereka juga.

Teka-teki hadits ini baru terjawab pada tahun 1948, ketika komunitas Yahudi dunia melakukan agresi, penjajahan dan pencaplokan sebuah negeri Islam merdeka, Palestina. Dan pada tahun 1967 semakin jelas lagi hadits ini, karena ternyata komunitas Yahudi yang selama 14 abad hidup di bawah perlindungan, asuhan dan kerahiman umat Islam, tiba-tiba berubah menjadi srigala liar yang mengakibatkan perang Arab-Israel.

Barulah di masa sekarang ini hadits ini menjadi lebih punya arti, setelah terkuaknya misteri. Ternyata Yahudi yang selama ini hidup di bawah asuhan dan kasih sayang umat Islam, tiba-tiba jadi makhluk buas pembantai nyawa.

Dan menarik untuk diperhatikan, bahwa Yahudi sudah mempersiapkan apa yang mereka dapat di masa sekarang ini sejak lama. Bahkan ada yang mengatakan sejak ribuan tahun yang lalu. Konon terbentuknya negara-negara super power, penjajahan barat atas dunia timur, naiknya para pejabat di masing-masing negara adidaya, semua tidak lepas dari sinario mereka. Inggris di masa lalu dan Amerikadi masa sekarang, tidak lain hanyalah alat yang disiapkan untuk mewujudkan cita-cita pembentukan Israel.

Karena itu mustahil meminta Amerika untuk menekan Israel agar menghentikan serangan mereka ke negeri Islam. Adanya hak veto di PBB semakin membuktikan bahwa PBB pun termasuk bagian dari alat yang diciptakan oleh mereka.

Kepastian Kekalahan Yahudi

Selain terkuaknya misteri hadits ini di abad 14 hijriyah, hadits ini sangat tegas menyebutkan kepastian kehancuran bangsa pengingkar Allah dan nabi ini. Bahkan pohon dan batu pun akan ikut membantu umat Islam dalam menumpas mereka.

Karena itu, hadits ini juga menjadi penghibur derita, pelipur lara dan pembangkit harapan buat umat Islam yang sempat merasakan kebengisan Yahudi secara lebih nyata. Bahwasanya Israel yang bukan manusia itu pasti akan dikalahkan, mati kutu dan mati betulan. Ini adalah sebuah kepastian, karena yang bilang bukan sembarang orang. Yang bilang adalah seorang yang paling dekat kepada Allah SWT, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik juga, di dalam hadits ini Rasulullah SAW menyebutkan sebuah nama pohon, yaitu Gharqad. Pohon ini milik Yahudi, sehingga kalau ada Yahudi sembunyi di baliknya dari kejaran umat Islam, pohon ini tidak akan berbicara. Sebaliknya, pohon ini akan melindungi Yahudi, karena pohon ini milik mereka.

Seperti apa pohon gharqad, berikut ini adalah gambarnya.

Dajjal

Dajjal, menurut hemat kami dan sebagaimana yang kita baca di dalam banyak hadits, bukan kiasan, melainkan sosok manusia. Keberadaannya sesaat sebelum hari kiamat kubra terjadi.

Sepanjang sejarah, sudah cukup banyak umat Islam berhadapan dengan para penguasa dan kekuatan lalim, seperti Amerika di zaman sekarang ini. Dan banyak yang mengaitkan dengan Dajjal sebagaimana di dalam banyak hadits.

Tapi para penguasa lalim itu sudah punah, bahkan zaman sudah berlalu, kiamat kubra belum juga terjadi. Dan sangat boleh jadi sebentar lagi setelah Amerika tumbang, akan ada lagi negara adidaya lainnya.

Semua ini membuktikan bahwa Amerika bukanlah sosok Dajjal yang dimaksud dalam hadits. Meski pun kebejadan dan kesadisan negara ini terhadap umat Islam sudah muttafaqun ‘alaihi. Namun bukan berarti negara itu Dajjal yang dimaksud.

Sebab sesuai dengan isi zhahir hadits, Dajjal adalah sosok manusia, bukan personifikasi dari sebuah negara adidaya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
eramsulim dot com

Kehidupan Pejuang Hizbullah dalam Hari-hari Melawan Israel<a href=”http://rustam_zgi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/hizbullah32.jpg” onclick=”window.open(this.href, ‘_blank’, ‘width=280,height=210,scrollbars

August 2nd, 2006 by rustam-zgi

Bagaimana kehidupan pejuang Hizbullah dalam hari-hari melawan Israel? “Kami menjalani hidup dengan sedikit makanan. Hanya makanan kaleng dan sedikit coklat,” ujar seorang pejuang.

Sedangkan tentang komunikasi yang dilakukan antar mereka, Hasan, seorang pejuang Hizbullah mengatakan pada Kantor Berita Perancis, “Kami menggunakan peta lokasi. Dan memancangkan saluran radio dengan pembicaraan tentang pohon-pohon tertentu. Bagaimana Israel bisa memahami bahasa kami?”

Ia memberi contoh, misalnya pasukan Hizbullah ada yang menggunakan kode dan istilah tertentu pasukan diminta bertemu di “Rumah Wanita”. Ini tidak dimengerti Israel meskipun saluran komunikasi Hizbullah berhasil disadap Israel.

Pasukan Hizbullah diduga memang sengaja memancing pasukan Israel untuk melakukan perang jarak dekat sebagaimana yang terjadi dalam peperangan di Marun Ras dan Bint Jubail. Dan itulah yang dikhawatirkan tentara Israel di mana Israel dipukul mundur oleh pasukan Hizbullah dengan kerugian materil yang cukup besar. Hizbullah memandang taktik dan strategi perang jalanan bisa memberi kerugian telak atas Israel. Israel mengaku telah kehilangan 6 pasukannya dan 13 orang terluka di Marun Ras. Sementara di Bint Jubail, Israel mengaku kehilangan 8 orang pasukannya. Sementara Hizbullah mengklaim telah berhasil membunuh minimal 13 pasukan Israel di Bint Jubail.

Terkait perlawanan yang dilakukan Hizbullah, seorang prajurit Israel Yoreh mengatakan kepada harian Maarev (1/8). “Setiap detik dilewati dengan pahit dan menakutkan. Pejuang Hizbullah menembakkan senjata kepadamu tanpa diduga. Ini bukan masalah mudah. Hari ini misalnya, Hizbullah menembakkan bomnya ke arah unit pasukan kami. Lalu kami diluputi rasa takut. Kematian lebih dekat kepadamu dari sebelumnya. Di setiap tempat ada pejuang Hizbullah yang bersembunyi. Dan di setiap jengkal Libanon Selatan ada sejumlah pejuang yang memiliki kemahiran tingkat tinggi. Ini menakutkan.”

Ia melanjutkan kisahnya tentang peperangan satu hari sebelumnya. “Malam kemarin ada salah seorang rekan saya yang tertembak tiga peluru dan kini masih dirawat dalam kondisi kritis. Salah satu peluru itu mengenai kakinya. Ini adalah cara menembak untuk melumpuhkan musuh sehingga seorang tentara tak mungkin melakukan apa-apa. Kita lihat saja akhir peperangan ini bagaimana. Kami berharap, perang ini usai dan kami masih hidup,” ujar Yoreh.

Memasuki pekan ketiga agresi milternya, menurut para pengamat militer, ada beberapa pertanyaan yang sulit dijawab oleh pasukan Israel. Pertanyaan itu, pertama, “Bagaimana pola perlawanan yang dilakukan Hizbullah? Dari mana mereka datang? Bagaimana mereka menyerang? Bagaimana mereka bisa melakukan serangan dengan cepat hingga memancing pasukan Israel untuk masuk dalam pertarungan darat, kontak senjata langsung dengan senjata, yang dianggap lebih seimbang dan Hizbullah mengaku memiliki kemampuan di sana?

Pertanyaan kedua dari para pengamat militer, bagaimana unit-unit pasukan Israel yang ditugaskan berada di depan tiba-tiba terkepung dari dua arah oleh pasukan Hizbullah? Pertanyaan ketiga, terkait masalah besar bagi pimpinan militer Israel di wilayah Utara. Yakni tentang cara yang dilakukan Hizbullah yang mampu mendeteksi gerak dan strategi pasukan Israel. (na-str/iol)
era msulim dot com

Ahmadinejad: Pembantaian di Qana, Makin Dekatkan Israel pada Kehancurannya<a href=”http://rustam_zgi.blogs.friendster.com/.shared/image.html?/photos/uncategorized/pic0452.jpg” onclick=”window.open(this.href, ‘_blank’, ‘width=87,height=120

August 2nd, 2006 by rustam-zgi

Teheran kembali bersuara lantang terhadap kekejaman Israel dan sikap bungkam dunia Barat terhadap hal tersebut. Kemarin, Presiden Iran Ahmadinejad mengatakan kekecewaan beratnya atas sikap diam PBB terhadap perang Israel ke Libanon. Ia juga mengatakan pembantaian di Qana akan semakin menggiring Israel pada masa akhirnya.

Di kampus Teheran, Iran, Presiden Iran Ahmadinejad mengatakan, “Israel adalah negara boneka, ilegal dan perampok.” Menurutnya, AS adalah negara yang paling bertanggung jawab atas peperangan yang terjadi terhadap Libanon. Selain itu, Inggris juga harus bertanggung jawab karena merekalah yang membidani lahirnya Israel. “Keduanya sama-sama harus bertanggung jawab,” ujar Ahmadinejad.

Terkait pembantaian keji di Qana, ia menyebutkan aksi tak berprikemanusiaan itu akan menggiring Zionis dan pihak yang mendukungnya, sampai pada titik akhirnya. “Semua tindak kriminal ini dikira akan menjadikan mereka lebih kuat menguasai suatu daerah, anggapan ini sama sekali keliru,” ujarnya.

Suara kritik keras juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Manhosyahr Matki, saat menerima dubes Denmark di Teheran. Ia menyayangkan sikap DK PBB yang tidak mengambil tindakan tegas apapun terhadap pembantaian di Libanon dan Palestina. Terlebih pembantaian itu telah memakan korban anak-anak dan kaum perempuan.

Perlucutan Senjata Israel

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran, Mustafa Muhammad Najjar menyatakan, langkah terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah adalah dengan melakukan perlucutan senjata nuklir rejim Zionis.

“Agresi militer Israel dari darat, laut dan udara ke Libanon bukan hanya untuk melawan Hizbullah dan pertahanan nasional Libanon. Perang ini juga merupakan perang terhadap keamanan dan perdamaian internasional,” ujar Najjar di hadapan para menteri kordinator bidang pertahanan di Teheran, Senin (31/7).

Ia juga menyatakan, kurang persatuan dunia Islam menyebabkan Israel berani melakukan serangan brutalnya ke Libanon.

“Negara-negara Muslim bisa mencegah agar insiden seperti ini tidak terulang lagi dengan bersatu dan menentukan sikap bersama,” tegas Najjar.

Menurutnya, serangan Israel terhadap warga sipil, menghancurkan pemukiman penduduk dan infrastruktur ekonomi di Libanon, merupakan contoh nyata dari sebuah kejahatan perang.

“Nasib yang lebih buruk dibanding nasib Hitler dan Saddam kini sedang menunggu para Zionis pelaku kejahatan dan pendukung-pendukung mereka,” sambung Najjar.

Lebih lanjut ia mengatakan, rakyat Libanon dan bangsa Palestina sekali lagi telah membuktikan, bahwa tanpa senjata, termasuk senjata nuklir, mereka bisa memiliki tekad yang kuat bagi kebebasan dan kemerdekaan bangsa mereka.

Sedangkan AS, menurut Najjar, sedang mencari dominasi di Timur Tengah dan seluruh dunia dengan memaksakan kehendaknya menerapkan apa yang disebut rencana perdamaian Timur Tengah. Untuk mewujudkan ambisinya itu, AS dan Zionis menempuh berbagai cara mulai dari agresi militer, kudeta dan membantai warga sipil tak berdosa, yang sebenarnya justru bertentangan dengan prinsip perdamaian, keamanan, demokrasi dan hak asasi manusia.

“Mereka melegitimasi setiap tindak kejahatan untuk memberi peluang bagi dominasi Israel terhadap Islam dan Arab di Timur Tengah,” tandas Najjar. (ln/na-str/tehrantimes/mqwm)
Sumber:eramuslim dot com 1 Agust 2006

Episode-Episode Cinta Bunda

August 1st, 2006 by rustam-zgi

Oleh Febty Febriani
1 Agu 06 09:02 WIB
Kirim teman

Tadi pagi ibu menelepon ke handphone-ku, memberitahuku bahwa beliau mengirimkan lempok durian, makanan kesukaanku, kemarin pagi. Segera, setelah ucapan salam, ritual pertanyaan ibu selalu sama sejak saya menjadi anak perantauan sampai dengan sekarang, ketika gelar perantauan masih melekat di diri saya. “Nak, gimana khabarmu? Ada cerita apa hari ini?” Begitulah salam sapa ibu untuk saya. Selalu ada nada syukur pada Allah dari lisan beliau, ketika saya menjawab, “Alhamdulillah, Bu.” Kemudian biasanya cerita panjang tentang hari-hari saya mengisi sebagian percakapan antara ibu dan saya. Ibu, sampai sekarang ritual menelepon tetap menjadi bagian hari-hari cintanya untuk saya.

Dulu, ketika saya masih kuliah, ibu menelepon ke kos saya setiap sebulan sekali. Saya sampai menghafal jadwal menelepon ibu. Selalu, di awal bulan. Biasanya memberi kabar kalau beliau sudah mengirimkan sejumlah uang ke rekening saya, untuk uang bulanan. Sekarangpun, ketika saya sudah bekerja, ritual menelepon beliau tidak hilang. Bahkan, frekuensinya lebih sering. Hampir setiap minggu, saya mendengar suara beliau lewat horn handphone saya. Ah ibu, kasihnya untuk saya memang sepanjang jalan.

Mengenang tentang ibu, orang yang melahirkan saya, membuat episode-episode cinta beliau memenuhi ruang fikir saya. Entah, sekarang, sudah berapa episode cinta yang beliau berikan untuk saya.

Episode kesedihan yang saya ingat, yang menggelayuti wajah beliau tergambar ketika saya diterima kuliah di sebuah perguruan tinggi di Yogya, ketika saya sakit seusai wisuda, ketika saya diterima bekerja di Bandung, ketika saya sakit hampir di setiap kepulangan saya ke kota kelahiran ketika libur Lebaran, serta ketika saya jatuh dari motor dan tidak bisa berjalan selama tiga hari.

Izin dari ibu untuk kuliah di Yogya baru saya dapatkan menjelang dua minggu batas akhir waktu daftar ulang. Beliau sangat keberatan saya meninggalkan kampung halaman dan menuntut ilmu di kota pelajar. Ada tangis di wajah ibu, yang saya lihat, ketika melepas saya di tempat keberangkatan. Hanya satu alasan ketidaksetujuan beliau ketika itu: beliau takut siapa yang akan mengurus saya kalau saya jatuh sakit di perantauan oaring? Maklumlah, keluarga besar bapak ataupun ibu tidak ada yang bertempat tinggal di Yogya. Ibu, sebegitu besarnya cintamu untuk saya.

Kecemasan yang sama juga terlukis di wajah beliau ketika beliau mengetahui kalau Allah menakdirkan saya bekerja di Bandung. “Inga semakin jauh dari Ibu. Lima tahun kuliah di Yogya, sekarang merantau di Bandung. Sudah semakin jarang pulang ke rumah. Lebaran harus pulang yah, Nga.” Kata-kata cinta itu cukup mampu menggoreskan sebentuk tangis di hati saya. Ibu, sebegitu dalamnya kasihmu untuk saya.

“Mengapa yah setiap pulang Lebaran, inga sakit. Gak mau dekat-dekat dengan ibu, yah, Nga?” tanya ibu saya ketika hampir di setiap kepulangan saya ke kota kelahiran, kondisi badan saya selalu meminta perhatian ekstra. Dan seringnya, bantal dan guling adalah menjadi teman saya di kamar. Dan saya hanya bisa tergugu mendengar tanya beliau. Ibu, sebegitu besarnya sayangmu untuk saya. Dan andaikan saya bisa meminta pada Sang Khalik, selama dua puluh empat jam saya ingin berada di samping beliau.

Hari-hari menjelang wisuda cukup menguras tenaga dan pikiran saya. Mempersiapkan wisuda, menuntaskan urusan kampus tentang nilai, menjalani ritual wisuda, mengajak bapak dan ibu serta keluarga besar mengelilingi Yogya seusai wisuda dan sejumlah kewajiban lain yang harus ditunaikan adalah hal-hal kecil yang cukup mampu membuat kesehatan saya drop. Hasilnya, pas hari kepulangan bapak dan ibu serta keluarga ke kota kelahiran, saya demam panas. Jelas sekali tergambar rasa berat di wajah ibu untuk meninggalkan saya yang sedang sakit. Tapi, kepulangan bapak ibu memang tidak bisa ditunda. Sebagai kompensasinya, hampir tiap malam, suara beliau mengisi ruang kamar kos saya, menanyakan perkembangan kesehatan saya. Ibu, sebegitu berharganya saya untukmu.

Pertalian cinta ibu untuk saya semakin kuat, ketika suatu hari saya terjatuh dari motor dan saya bersikukuh tidak mau memberitahu ibu tentang kondisi saya. Saya yakin, kalau memberi tahu ibu, kecemasan ibu terkadang melebihi ambang batas. Hasilnya, tiga kali ibu menelepon saya dan menanyakan apakah kondisi saya baik-baik saja atau tidak. Selalu, saya jawab kalau kondisi saya baik-baik saja. “Ibu tuh mimpi kamu terus, jadi ibu pikir pasti ada apa-apa dengan kamu. Lain kali jangan bohong lagi yah dengan ibu. Jangan membuat ibu cemas,” itulah komentar beliau setelah mendengar cerita saya yang jatuh dari motor dan selama tiga hari tidak bisa berjalan. Saya hanya terdiam mendengar kata-kata beliau. Ibu, sebegitu eratnya pertalian batinmu untuk saya.

Terlalu banyak episode-episode kegembiraan yang saya lalui bersama ibu. Bahkan, mungkin akan melebihi angka ratusan. Ada ketulusan doa beliau yang menemani saya di setiap langkah perjalanan hidup. Ada senyum di wajah ibu kala saya bisa menyelesaikan kuliah saya tepat waktu. Ada kegembiraan dalam nada bicara ibu ketika saya mengabarkan kepada beliau sewaktu saya diterima bekerja di Bandung. Ada perhatian yang tulus dalam kata-kata ucapan selamat hari lahir dari ibu untuk saya. Ada peluk cium ibu di wajah saya ketika saya pulang ke kampung halaman. Ada keceriaan di wajah beliau ketika beliau bercerita tentang apa saja pada saat momen makan malam bersama. Ada cinta yang saya rasakan ketika mengunyah sesuap demi sesuap nasi dan lauk pauk hasil olahan tangan kasar beliau. Dan masih banyak momen-momen cinta dan kasih sayang yang lain, yang beliau peruntukkan untuk saya.

Sembilan bulan berada dalam rahim beliau dan sampai dengan sekarang, ketika umur saya menjelang seperempat abad, adalah cukup menjadi bukti tentang cerita kasih sayang dan cinta beliau untuk saya. Dan episode-episode cinta beliau tidak akan pernah mengenal kata tamat. Cinta itu tidak pernah luntur. Kasih itu tidak pernah berubah. Sayang itu tidak pernah lekang. Dan semuanya tidak dapat tergantikan. Ibu, pantaslah kalau Rasulullah menyebutmu sampai tiga kali sebagai orang yang paling harus dihormati.

“Ya Allah, tolong ampuni dosa dan kesalahan bunda hamba. Ya Allah, tolong jangan bebankan beban yang berat di pundak bunda hamba yang bunda hamba tidak sanggup untuk memikulnya. Ya Allah, tolong jangan bebankan beban yang berat di pundak bunda hamba sebagaimana Engakau telah membebankan beban yang berat di pundak orang-orang sebelum beliau. Ya Allah, sayangilah bunda hamba sebagaimana beliau telah menyayangi hamba sewaktu hamba kecil,” hanya doa itu yang terlantun di dalam hati saya sebagai kado di hari lahir beliau, menjelang beliau memasuki umur setengah abad pada awal Agustus ini.

Bandung, akhir Juli 2006

inga_fety at yahoo dot com
eramsulim dot com

Benarkah Quran Mendiskriminasikan Perempuan karena Hanya Ada Bidadari di Surga?

July 28th, 2006 by rustam-zgi

Assalam ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kalau teman anda itu seorang muslim, seharusnya dia beristighfar. Sebab tanpa disadarinya, dia telah melakukan ‘gugatan’ kepada firman Allah SWT yang suci dan sakral itu.

Apalagi sampai menuduh bahwa ayat Al-Quran itu mendiskriminasikan perempuan. Sungguh sebuah tuduhan yang menyakitkan, terutama kalau yang mengatakannya seorang muslim.

Sesungguhnya para mufassir telah memberikan penjelasan tentang masalah ini. Yaitu bahwa Al-Quran memang seringkali memberikan gambaran-gambaran tentang surga dan berbagai kenikmatan dengan berbagai bentuk perumpamaan yang mudah dicerna oleh setiap orang.

Misalnya, seringkali disebutkan surga itu berbentuk kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Namun tentu saja kebun dan sungai itu tidaklah seperti yang ada di dunia ini. Kalau memang surga itu hanya kebun dan sungai seperti yang sekarang ada, buat apa orang harus beribadah mencari surga. Toh sekarang ini di alam dunia, kita bisa membuat taman yang indah dengan dialiri sungai.

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman dan mata air-mata air. (QS Adz-Dzariyat: 15)

Begitu juga dengan makan dan minuman di surga. Al-Quran menceritakan bahwa makanan penduduk surga itu di antaranya adalah daging burung. Sedangkan minumannya adalah air, khamar, susu danmadu.

Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al-Waqi’ah: 19-20)

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS. Muhammad: 15)

Tentu saja buah, daging burung, air, khamar, madu dan susu versi surga itu tidak sama dengan yang ada di dunia ini. Kalau sama, buat apa repot-repot masuk surga, toh sekarang pun bisa dinikmati.

Semua yang disampaikan di dalam Al-Quran tentang surga, hanyalah sebuah pendekatan dari Allah SWT. Agar manusia bisa dengan mudah mencernanya.

Sebab bila diungkapkan dengan jenis kenikmatan lainnya, di mana orang-orang pun belum pernah merasakannya, tentu menjadi tidak menarik. Padahal bisa jadi secara nilai atau skala kenikmatan, jauh lebih tinggi.

Anggaplah misalnya kita ingin memberi janji hadiah yang menarik buat seorang anak usia 3 tahun. Yang paling sederhana dan mudah dicerna adalah memberikan kembang gula atau coklat. Sebab untuk kapasitas logika dan pemahaman anak seusia itu, yang namanya kenikmatan, kemewahan dan kebahagiaan itu sebatas pada kembang gula dan coklat.

Kalau ditawari kenikmatan dalam bentuk lain, misalnya menjadi ketua partai politik, yang umumnya jadi rebutan orang, atau jadi camat, bupati atau wali kota, buat anak sekecil itu, janji-janji itu justru sama sekali tidak menarik. Sebab anak sekecil itu justru tidak bisa memahami bahwa jadi pak camat itu enak, atau jadi ketua parpol itu nikmat. Anak kecil tidak bisa memahami jabatan-jabatan itu sebagai sebuah kenikmatan yang perlu didapat dan diperjuangkan.

Dan kira-kira demikianlah, Allah SWT berfirman kepada manusia dengan bahasa dan logika manusia, bukan dengan bahasa dan logika yang lebih tinggi. Maka jadilah gambaran surga itu berupa kebun, sungai, makanan danjuga bidadari.

Khusus mengenai urusan bidadari ini, jangan dipahami secara sempit, apalagi sampai mengeluarkan tuduhan konyol yang tidak berdasar. Jangan dikatakan bahwa surga itu hanya untuk laki-laki saja, lantaran yang selalu disebut-sebut adalah bidadari. Tentu tidak sesederhana itu kita membuat tuduhan.

Kalau memang yang ada hanya bidadari saja, lalu apakah anak-anak kecil yang masuk surga pun akan disuguhi bidadari juga? Buat apa anak kecil diberi bidadari? Bukan kenikmatan memiliki pasangan dan juga kenikmatan seksual belum lagi menjadi prioritas anak kecil?

Dalam beberapa riwayat digambarkan bahwa bidadari itu berkulit putih. Buat laki-laki dari peradaban tertentu seperti Afrika atau pedalaman benua Amerika, wanita berkulit putih justru tidak cantik. Wanita dengan warna kulit hitam atau merah justru cantik dalam pandangan mereka. apakah surga hanya buat laki-laki dengan selera perempuan berkulit putih saja? Tentu tidak.

Maka yang perlu kita pahami adalah bahwa Al-Quran menceritakan keadaan surga secara global dan umum, tidak terlalu detail untuk semua jenis penghuninya. Pasangan hidup buat para wanita yang secara bahasa sering disebut-sebut dengan ‘bidadara’, memang tidak pernah disebutkan secara eksplist ada di surga dalam Al-Quran. Tetapi bukan berarti tidak ada sama sekali.

Demikianlah, seharusnya kita paham bahwa Al-Quran bukanlah sebuah brosur detail tentang surga. Apa yang digambarkannya di dalamnya lebih bersifat pendekatan untuk logika akal manusia, namun hakikatnya tidak selalu demikian. Sebab Rasulullah SAW bersabda bahwa kenikmatan yang diberikan kepada penduduk surga itu belum pernah dilihat, belum pernah didengar dan belum pernah terbetik dalam imajinasi manusia.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalam ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Suara Wanita, Auratkah?

July 28th, 2006 by rustam-zgi

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Jumhur ulama sepakat bahwa suara wanita itu bukan aurat. Sehingga laki-laki asing yang bukan mahramnya boleh mendengar suara seorang wanita dewasa. Sehingga mendengar wanita berbicara atau bersuara, tidaklah termasuk hal yang terlarang dalam Islam.

Di antara dalil bahwa suara wanita bukan aurat adalah bahwa para istri Nabi berbicara langsung dengan para shahabat, tanpa menggunakan perantara mahram atau juga tidak dengan tulisan.Ketika ibunda mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan hadist dari Rasulullah SAW, beliau tidak menuliskannya di dalam sebuah makalah atau buku, melainkan beliau berbicara langsung kepada para shahabat Rasulullah SAW. Padahal beliau termasuk perawi hadits yang sangat produktif, sehingga bisa kita bayangkan bahwa sosok beliau adalah seorang guru atau dosen agama wanita yang banyak berceramah atau memberi kuliah di depan para shahabat lainnya. Bahkan hampir semuahadits tentang fiqih wanita, didapat oleh para shahabat dari kuliah-kuliah yang disampaikan oleh Aisyah ra.

Semua ini menunjukkan bahwa tidak ada larangan dalam syariah untuk mendengar suara wanita. Sebab kalau suara wanita dikatakan sebagai aurat, seharusnya kita tidak akan pernah menemukan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah dan ummahatul mukminin lainnnya.

Namun kenyataannya, hadits-hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri nabi SAW sangat banyak menghiasi kitab-kitab hadits.

Demikian juga klta ketahui bahwa Rasulullah SAW berbicara langsung juga dengan para wanita shahabiyah, juga tidak menggunakan perantaraan atau pun tulisan. Bahkan ketika Rasulullah SAW berbai’at, beliau berbicara dengan para wanita secara langsung. Tidak lewat surat atau tulisan sebagaimana yang sering kita lihat di zaman sekarang ini.

Dan tentunya kita ingat bahwa Rasulullah SAW punya satu hari khusus untuk mengajarkan para wanita ilmu-ilmu agama. Dan pengajaran ini diberikan langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantaraan para istrinya. Beliau berbicara dan berdialog secara langsung dengan para wanita.

Lebih jauh lagi, kita pun mendapatkan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW dan beberapa shahahat diriwayatkan pernah mendengar nyanyian yang dinyanyikan para wanita anshar. Dan beliau tidak melarang mereka dari bernyanyi. Lepas dari perbedaan para ulama dalam menetapkan hukum nyanyian.

Maka dengan demikian, tidak ada alasan untuk melarang wanita bersuara di depan orang laki-laki, karena suara mereka bukan termasuk aurat. Dan hal ini sudah sampai kepada suara mayoritas dari nyaris hampir semua ulama. Boleh dikatakan bahwa jumhur ulama sepakat mengatakan bahwa suara seorang wanita pada dasarnya bukan aurat.

Namun tentu saja bila dalam bersuara itu para wanita melakukan rayuan, atau mendesah-desahkan suaranya, apalagi bergoyang pinggul yang akan melahirkan birahi para lelaki, sampailah kepada keharamannya. Sebab itu sudah merupakan bagian dari fitnah wanita. Jadi yang mengharamkan suara wanita, karena di balik itu ada fitnah dan madharat yang hendak dijauhi.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

Ahmad Sarwat, Lc

Mengapa Semua Nabi dari Arab?

July 28th, 2006 by rustam-zgi

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Nabi dan rasul yang kita kenal itu sedikit sekali dibandingkan dengan jumlah mereka sesungguhnya. Dan 25 nabi dan rasu8l itu hanyalah mereka yang namanya disebutkan di dalam Al-Quran Al-Karim secara jelas. Meski di dalam Al-Quran Al-Karim, Allah SWT menyebutkan beberapa orang yang sebenarnya nabi tapi tidak disebutkan siapa nama mereka.

Misalnya di dalam surat Al-Kahfi, orang itu hanya disebutkan sebagai hamba yang shalih tanpa disebutkan identitasnya atau namanya. Para mufassir mengatakan bahwa hamba yang shalih itu adalah nabi Khidhr ‘alaihissalam.

Begitu juga nabi untuk Bani Israil yang menyebutkan bahwa mereka akan dipimpin oleh seorang raja baru yang namanya Thalut. Nabi itu diceritakan dalam Al-Quran Al-Karim tapi tidak disebutkan namanya.

Allah SWT berfirman:

Dan rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu….(QS. An-Nisa: 164).

Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu..(QS. Al-Mu’min: 78).

Jadi karena jumlah yang kita ketahui itu sangat sedikit itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa selain di Timur Tengah tidak ada nabi. Yang benar adalah bahwa riyawat nabi-nabi yang kita kenal memang umumnya yang tinggal di Timur Tengah. Terutama di wilayah Syam, karena itu, negeri itu disebut dengan Ardhul Anibya’ atau negeri para nabi.

Tapi bukan berarti tertutup kemungkinan sama sekali di belahan bumi lainnya pernah ada nabi. Karena logika Al-Quran Al-Karim menyebutkan bahwa tidak mungkin ada suatu ummat atau kaum, kecuali Allah SWT telah mengirim kepada mereka nabi/ rasul. Sebagaimana firman Allah SWT:

Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.(QS. Faathir: 24).

Sedangkan sunnah nabawiyah memberi informasi lebih detail tentang jumlah nabi dan rasul.

Abu Zar bertanya kepada Rasulullah SAW, “Berapakah jumlah para nabi.” Beliau SAW menjawab, “Mereka berjumlah 124.000 orang, sebanyak 315 dari mereka adalah Rasul.” (HR Ahmad dalam musnadnya dan Al-Bani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dengan demikian, bisa kita gambarkan bahwa kalau yang kita kenal ini baru sekitar 25-an orang Nabi, maka selain mereka itu, ternyata masih ada begitu banyak nabi dan rasul sepanjang zaman. Jumlah yang sampai 124.000 itu tentu saja sangat banyak untuk bisa mengcover seluruh komunitas umat manusia, di mana pun mereka berada.

Sebab kita tahu bahwa setiap peradaban manusia itu datang ke dunia ini silih berganti. Terkadang sebuah peradaban bisa maju dan berkuasa di muka bumi, namun ada gilirannya peradaban itu runtuh tanpa meninggalkan jejak apapun. Sehingga orang-orang yang hidup sesudahnya sama sekali tidak pernah mengetahui keberadaan peradaban itu sebelumnya.

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Tentang Keistimewaan Bahasa Arab

July 28th, 2006 by rustam-zgi

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bahasa Arab memang sebuah bahasa yang istimewa. Sehingga Allah SWT berkenan berbicara kepada umat manusia dengan bahasa Arab lewat Al-Quran Al-Kariem. Padahal Al-Quran itu bukan hanya ditujukan kepada bangsa Arab saja, melainkan untuk seluruh umat manusia sepanjang zaman.

Allah SWT bukan tidak tahu bahwa manusia itu memiliki ribuan jenis bahasa yang saling berbeda. Namun Dia telah menetapkan bahwa hanya ada satu bahasa yang digunakannya untuk memberik petunjuk buat milyaran umat manusia, yaitu bahasa Arab.

Sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW, memang Allah SWT berbicara kepada umat manusia dengan menggunakan bahwa masing-masing. Dan Allah SWT mengutus para nabi dari keturunan masing-masing bangsa dan bahasa itu. Sebagaimana firman-Nya:

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Ibrahim: 4)

Namun khusus untuk nabi yang terakhir, Allah SWT telah menetapkan kebijakan tersendiri. Pertama, nabi terakhir itu benar-benar nabi yang diutus untuk terakhir kalinya. Artinya, setelah itu tidak akan ada lagi nabi, meski hari kiamat masih jauh. Kedua, nabi itu hanya memiliki satu bahasa dan tentunya kitab suci yang diturunkan pun hanya satu bahasa saja. Dan bahasa yang dipilih adalah bahasa Arab.

Kemudian Allah SWT pun telah menetapkan bahwa cara manusia berkomunikasi dengan-Nya lewat ibadah shalat pun dengan menggunakan bahasa Arab. Shalat itu menjadi tidak sah ketika tidak menggunakan bahasa Arab, meski bukan berarti Allah SWT tidak mengerti bahasa Arab itu. Namun sengaja Allah SWT menetapkan bahwa shalat kepada-Nya hanya boleh menggunakan bahasa Arab saja.

Lantas ketika agama Islam ini disiarkan ke seluruh penjuru dunia, para shahabat, tabi’in dan generasi selanjutnya pun tetap konsekuen menggunakan bahasa Arab. Al-Quran Al-Karim pun tidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Kalau pun suatu ketika diterjemahkan, maka terjemahannya itu tidak dianggap sebagai Al-Quran yang suci.

Bahkan kitab-kitab yang ditulis para ulama di seluruh penjuru dunia tetap menggunakan bahasa Arab. Meski ulama itu bukan keturunan Arab dan tidak lahir di negeri Arab. Namun bahasa Arab telah dijadikan bahasa yang menyatukan dunia Islam, dari ujung barat Moroko hingga ujung timur Marouke. Hingga bahasa yang digunakan oleh umat Islam pun juga bahasa Arab.

Tentunya ada alasan kuat mengapa bahasa Arab yang dipilih Allah SWT untuk dijadikan bahasa komunikasi antara langit dan bumi. Para pakar bahasa Arab sering kali menyebutkan di antara keistimewaan itu antara lain:

1. Bahasa Arab adalah induk dari semua bahasa manusia

Pendapat ini sering mengemuka ketika kita mempelajari sejarah suatu bahasa. Analisa yang sering digunakan adalah bahwa sejak manusia pertama, Nabi Adam as, menjejakkan kaki di atas bumi, beliau sudah pandai berbicara. Dan karena sebelum beliau adalah penduduk surga, di mana ada keterangan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab di dalam suatu riwayat, maka otomatis bahasa yang digunakan oleh Nabi Adam as itu adalah bahasa Arab.

Dan tentunya anak-anak keturunan Nabi Adam as itu pun menggunakan bahasa Arab. Meski pun setelah itu jumlah mereka tambah banyak dan tersebar ke berbagai benua, menjadi jutaan bahasa yang saling berbeda.

2. Bahasa Arab adalah Bahasa Tertua dan Abadi

Bahasa Inggris sekarang ini boleh saja dikatakan bahwa paling populer di dunia, akan tetapi tidak ada bahasa yang bisa bertahan lama di muka bumi selain bahasa Arab. Sebab sejarah membuktikan bahwa sejak zaman Ibrahim as. di muka bumi yang diperkirakan hidup pada abad 19 sebelum masehi, mereka tercatat sudah menggunakan bahasa Arab. Itu berarti bahasa Arab paling tidak sudah digunakan oleh umat manusia sejak 40 abad yang lalu, atau 40.000 tahun.

Bahkan analisa yang lebih jauh lagi menunjukkan bahwa bahasa Arab telah berusia lebih tua lagi. Karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan Allah SWT untuk berfirman di dalam Al-Quran. Sementara Al-Quran itu sudah ada di sisi Allah SWT jauh sebelum awal mula diturunkan di masa Rasulullah SAW. Dan Allah SWT menjamin bahwa Al-Quran itu tidak akan lenyap hingga hari kiamat.

Artinya, bahasa Arab adalah bahasa yang sudah jauh sebelum adanya peradaban manusia dan akan terus berlangsung hingga akhir dunia ini.

3. Bahasa Arab adalah Bahasa yang Paling Banyak Diserap

Bahkan serapan dari bahasa Arab nyaris terdapat di hampir semua bahasa yang ada saat ini. Nyaris bahasa-bahasa yang kita kenal sekarang ini, telah banyak menyerap kosa kata dan istilah dari bahasa Arab. Salah satunya adalah bahasa Ingrgris dan tentunya bahasa Indonesia.

Bahkan bahasa ilmiyah di dunia sains pun tidak lepas dari pengaruh serapan kata dari bahasa Arab. Istilah alkohol, aljabar, algoritme dan lainnya adalah bagian dari serapan dari bahasa arab.

4. Bahasa Arab Memiliki Jumlah Perbendaharaan Kata yang Paling Banyak

Salah satu keistimewaan bahasa Arab lainnya adalah kekayaan dalam jumlah perbendaharaan kata. Mungkin karena usianya yang sudah tua namun masih digunakan hingga hari ini, sehingga penbendaharaan kata di dalam bahasa Arab menjadi sangat besar.

Sebagai contoh, salah satu peneliti bahasa Arab mengemukakan bahwa orang Arab punya 80 sinonim untuk kata yang bermakna unta. Dan punya 200 sinonim untuk kata yang bermakna anjing.

Wallahu a’lam bishshawab,
Ahmad Sarwat, Lc.
eramuslim.com